
Sejarah Häagen-Dazs: Dari Gerobak Kuda di New York hingga Es Krim Premium Favorit Dunia
Kalau kamu pernah makan Häagen-Dazs dan bertanya-tanya kenapa namanya terdengar seperti merek Eropa, kamu tidak sendiri.
Di balik nama yang terasa asing itu, tersimpan cerita panjang yang dimulai dari seorang imigran Polandia, gerobak kuda di jalanan New York, dan tekad untuk membuat es krim terbaik di dunia.
Berawal dari Keluarga Imigran di Bronx
Reuben Mattus lahir di Grodno, Polandia, pada 1912. Ayahnya meninggal saat Perang Dunia I berkecamuk, dan pada 1921, ibunya membawa Reuben beserta kakak perempuannya beremigrasi ke New York dengan harapan kehidupan yang lebih baik.
Di Brooklyn, keluarganya bergabung dengan kerabat yang menjalankan bisnis es lemon ala Italia. Sejak usia sekitar 10 tahun, Reuben sudah berjualan es krim dengan gerobak kuda, mengantarkan produk ke toko-toko di sekitar Bronx dan Brooklyn. Dari sinilah dasar pengetahuan dan kecintaannya pada industri es krim terbentuk.
Ibunya kemudian mendirikan bisnis kecil bernama Senator Frozen Products, memproduksi es krim bar dan sandwich yang dijual keliling kota. Reuben tumbuh di dalam industri ini, dan pada 1936 ia menikahi Rose Vesel, seorang imigran Polandia lainnya yang juga besar di New York. Keduanya menjadi tim yang tidak terpisahkan dalam perjalanan panjang membangun bisnis es krim.
Ketika Kompetitor Berlomba Memangkas Kualitas
Pada 1950-an, industri es krim Amerika berubah drastis. Para produsen besar memulai perang harga yang berujung pada penurunan kualitas. Es krim dipompa dengan udara, menggunakan bahan-bahan artifisial, dan semakin jauh dari cita rasa aslinya.
Reuben mengambil keputusan yang berlawanan arus: alih-alih ikut memangkas kualitas, ia memilih untuk naik kelas. Menurutnya, “ketika saya meluncurkan Häagen-Dazs, kualitas es krim sudah menurun sampai titik di mana rasanya hanya manis dan dingin. Es krim semakin murah dan murahan, jadi saya memilih jalan sebaliknya.”
Kenapa Namanya Häagen-Dazs?
Pada 1960, Reuben mendirikan perusahaan baru dan membutuhkan nama yang bisa menyampaikan kesan eksklusif dan berkualitas tinggi. Ia kemudian menciptakan nama Häagen-Dazs, yang sengaja dibuat terdengar seperti bahasa Denmark, sebagai penghormatan kepada Denmark.
Nama ini sepenuhnya rekaan dan tidak memiliki arti dalam bahasa apa pun, termasuk bahasa Denmark. Huruf “ä” bahkan tidak ada dalam alfabet Denmark. Reuben duduk berjam-jam di meja dapur, melafalkan berbagai kombinasi kata sampai menemukan satu yang terdengar unik dan mudah diingat.
Hasilnya adalah nama yang hingga hari ini masih membuat orang mengira produknya berasal dari Eropa, padahal semuanya dimulai dari dapur keluarga di Bronx, New York.
Tiga Rasa, Satu Prinsip
Häagen-Dazs diluncurkan dengan hanya tiga rasa: vanilla, cokelat, dan kopi. Ketiga rasa ini dipilih bukan karena keterbatasan, melainkan karena Reuben ingin membuktikan bahwa kualitas bahan baku dan proses produksi adalah yang utama, tanpa perlu bersembunyi di balik rasa yang kompleks.
Es krim Häagen-Dazs dibuat dari empat bahan inti: krim, susu, gula, dan telur, dengan sedikit bahan pewarna tambahan dan tanpa pengawet artifisial. Kandungan lemak susu yang lebih tinggi dan jumlah udara yang lebih sedikit menghasilkan tekstur yang lebih padat dan kaya rasa. Ironisnya, tekstur khas ini ditemukan secara tidak sengaja ketika pompa udara di pabrik mereka rusak, dan hasilnya justru lebih baik dari sebelumnya.
Rose mengambil peran penting dalam strategi pemasaran. Ia berkeliling ke restoran-restoran kelas atas Manhattan untuk membagikan sampel gratis, memposisikan Häagen-Dazs sebagai produk yang layak hadir di tempat-tempat bergengsi. Ia juga menangkap peluang dari budaya kampus di era 1960-an dan mulai mendistribusikan Häagen-Dazs ke kota-kota universitas menggunakan rute bus Greyhound.
Ekspansi ke 50+ Negara
Rasa strawberry butuh enam tahun riset sebelum akhirnya diluncurkan pada 1966 karena Reuben menolak menggunakan buah yang tidak memenuhi standarnya. Toko ritel pertama Häagen-Dazs baru dibuka pada 15 November 1976 di Brooklyn Heights, New York, dikelola oleh putri Reuben, Doris.
Sejak 1980-an, merek ini terus berkembang, hingga meluncurkan es krim bar pada 1986, frozen yogurt pada 1991, dan sorbet pada 1993.
Kini, Häagen-Dazs hadir di lebih dari 850 gerai yang tersebar di lebih dari 50 negara.
Tips Nikmati Häagen-Dazs agar Rasanya Maksimal
Supaya pengalaman menikmati Häagen-Dazs semakin sempurna, coba beberapa tips berikut:
• Diamkan 3–5 menit setelah dikeluarkan dari freezer agar teksturnya menjadi lebih lembut.
• Gunakan sendok yang sedikit direndam air hangat agar lebih mudah menyendok tanpa merusak teksturnya.
• Padukan dengan brownies hangat, waffle, atau croissant untuk menciptakan kombinasi dessert ala café.
• Nikmati bersama keluarga atau teman saat quality time agar momen terasa lebih spesial.
Promo Juli 2026: Diskon 50% Häagen-Dazs Lewat Fitur Lifestyle UFood di myBCA

Khusus periode 1 hingga 31 Juli 2026, ada promo diskon 50% (maksimal Rp50.000) untuk seluruh menu Häagen-Dazs yang bisa dipesan melalui aplikasi UFood menggunakan fitur Lifestyle di aplikasi myBCA.
Promo berlaku untuk layanan delivery maupun self pick-up, dan kamu juga mendapatkan gratis ongkir. Caranya mudah: buka aplikasi myBCA, masuk ke fitur Lifestyle, lalu pilih UFood dan pesan Häagen-Dazs favoritmu.
Beberapa syarat yang perlu diperhatikan:
- Voucher maksimal 3 per transaksi
- Maksimal 15 transaksi per akun per hari
- Terapkan voucher sebelum melakukan pembayaran
- Promo hanya bisa digunakan melalui aplikasi UFood
- Apabila kuota voucher habis, promo tidak muncul di aplikasi
Info lengkap mengenai program ini bisa dicek di halaman ini.

